Sabtu, 28 Februari 2026

FILM ERA TAHUN 80 AN

Tahun 1980-an adalah masa kejayaan film Indonesia kelas B (film komersial yang murah dan diproduksi dengan kualitas rendah), dengan tema romantis, horor, laga, dan silat. 

Film-film ini populer dan banyak ditonton, bahkan melebihi dekade sebelumnya. Ciri-ciri film Indonesia era 1980-an Penuh adegan kekerasan, seks eksplisit, dan sadisme.

Contoh : Gita cinta Dari SMA (1979), Lima Cewek Jagoan (1980), Pengabdi Setan (1980), Ratu Ilmu Hitam (1980), Jaka Sembung sang Penakluk (1981), Sundel Bolong (1981), Nyi Blorong (1982), Di Balik Kelambu (1983), Senjata Rahasia Nona (1983), dan sebagainya. 

Jumat, 20 Februari 2026

CEWEK ATAU COWOK?

Manusia diciptakan Tuhan dengan kodrat sebagai pria atau wanita.
Namun tak jarang kita dapati cewek bertingkah layaknya cowok, atau sebaliknya.
Komik karya Kho Hwan Gie (Sopoiku) pada tahun 1980 ini kiranya bisa menggambarkan sikap masyarakat umum pada saat itu.

Sabtu, 14 Februari 2026

KENYATAAN TAK SEINDAH FILM

Dalam film romantis tahun 80an, pertemuan sepasang sejoli bisa diawali dari sebuah kecelakaan kecil yang berlanjut perkenalan dan diteruskan dengan saling menjalin asmara.
Namun cerita di dunia nyata tidaklah seindah kisah dalam film.

Komik karya Kho Wan Gie (Sopoiku) dalam Majalah Varianada edisi Maret 1980 

Minggu, 25 Januari 2026

FILM DRUNKEN MASTER

Drunken Master adalah sebuah film fenomenal yang berhasil menggabungkan aksi laga dan komedi slapstik. Film yang dibintangi oleh Jacky Chan (Chen Lung) dan Simon Yuen (Yuen Siu-Tien) ini dirilis pada 5 Oktober 1978. Melalui film ini nama Chen Lung (Jacky Chan) menjadi semakin dikenal masyarakat. 

Selasa, 20 Januari 2026

PENGUATAN USAHA NASIONAL

Pada tahun 1952, didirikan Badan Permusyawaratan Urusan Sosial-Ekonomi Pengusaha Indonesia (PUSPI) yang merupakan cikal bakal Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). 
PUSPI dibentuk untuk membela kepentingan dunia usaha, khususnya terkait ketenagakerjaan. 
Kartun karya Bagyo, dalam Majalah Siasat edisi 24 Februari 1952 ini mencoba menampilkan kesenjangan antara teori dan kenyataan yang ada pada saat itu.